Berita Terbaru

Serah Terima CPNS Kemendagri Lulusan IPDN Angkatan XXV

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2019 tentang...

  • Serah Terima CPNS...

    Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2019 tentang Penempatan tugas lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), bahwa...
    Serah Terima CPNS Kemendagri Lulusan IPDN Angkatan XXV
  • Tes Psikologi,...

    Dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2019 di SMA Negeri Manokwari Jalan Pertanian Wosi Dalam Manokwari dengan jumlah peserta terdaftar 73,...
    Tes Psikologi, Integritas Dan Kejujuran
  • Seleksi Penerimaan...

    Pelaksanaan Seleksi  Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2019 berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 892.1/2867/SJ dan Nomor :...
    Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2019
  • P2K Tahun 2019

    Pembekalan Pendekatan Pelayanan Kepegawaian, Penilaian Potensi Dan Kompetensi Pejabat Pengawas Wilayah Papua Dan Papua Barat Tahun 2019
    P2K Tahun 2019
  • Seleksi Terbuka...

    SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA (ESELON II.a dAN ESELON II.B) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA...
    Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Dilingkunga Pemerintah Provinsi PB
  • Serah Terima CPNS Kemendagri Lulusan IPDN Angkatan XXV
  • Tes Psikologi, Integritas Dan Kejujuran
  • Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN 2019
  • P2K Tahun 2019
  • Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Dilingkunga Pemerintah Provinsi PB
Published: Thursday, 29 March 2018 Written by Super User

Cuti bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) laki-laki yang mendampingi istrinya melahirkan bukanlah cuti tersendiri, tetapi merupakan salah satu jenis cuti, yakni cuti karena alasan penting. Berdasarkan Pasal 310 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), ada tujuh jenis cuti untuk PNS, yaitu cuti tahunan, cuti besar, cuti  sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara. “Cuti tersebut bukanlah cuti tersendiri semata-mata karena istri melahirkan, tetapi cuti  karena alasan penting, yang antara lain dapat diambil untuk mendampingi istri apabila proses kelahirannya betul-betul membutuhkan pendampingan, seperti operasi caesar atau  membutuhkan perawatan khusus,”ujar Herman Suryatman, Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  (PANRB), Herman Suryatman di Jakarta, Rabu (14/03). 

Hal itu dikatakan menanggapi pemberitaan di sebuah media online yang menyatakan perlunya dilakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan tersebut. Dalam berita tersebut, Peneliti  Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi menilai cuti satu bulan terlalu lama. "Kebijakan ini perlu ditinjau ulang, harus dicari tahu kenapa keluar angka satu  bulan? Menurut kami itu terlalu lama," ujarnya seperti dikutip detik.com. Herman lebih lanjut menjelaskan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 24  Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil, dijelaskan bahwa pemberian cuti karena alasan penting terdiri dari 15 poin. Pada poin 3 berbunyi : “PNS laki-laki yang  isterinya melahirkan /operasi caesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan.”

"Jadi tidak benar bahwa PNS laki-laki bisa begitu saja mengambil cuti sampai 1 bulan apabila istrinya melahirkan, tetapi ada ketentuan yang ketat yakni harus melampirkan surat keterangan rawat inap dari Unit Pelayanan Kesehatan," kata Herman. Disebutkan juga bahwa lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh Pejabat Yang Berwenang Memberikan Cuti, paling lama 1 (satu) bulan dengan mengajukan permintaan secara tertulis. “Pengertian satu bulan itu merupakan waktu paling lama. Tidak selalu satu bulan, tetapi bisa kurang, disesuaikan dengan kondisi objektif dan alasan yang akuntabel,” ujarnya. Apalagi dengan perkembangan teknologi kedokteran belakangan ini yang  memungkinkan orang yang melahirkan dengan operasi caesar bisa sembuh dalam waktu yang lebih cepat. Jadi cuti sampai satu bulan itu hanya untuk kasus-kasus tertentu saja, yang memang betul-betul membutuhkan pendampingan suami.

Hits: 1246